WHEN I CRY

TITLE : When I Cry

AUTHOR: GladizCass a.k.a Kim Jingsu

RATING: Semua umur, bebas..

LENGTH: Drabble

GENRE : Romance

CAST : Lee Hyura (mine) & Lee Donghae

Annyeong haseyo..,aku baru buat drabble nih! Sebenarnya sih, pengen dibuat oneshoot, cuma kependekan, dan kalau dipanjang – panjanging takutnya malah jadi jelek. Silakan dibaca aja, oya, harus komen loh!

“Kapan terakhir kali kamu menangis?” Tanya Donghae tiba – tiba, saat kami tengah duduk bersama sambil mengamati lampu jalan kota Seoul yang indah.

“Dua hari lalu” Jawabku langsung tanpa ragu.

Mendengar jawabanku barusan, Donghae langsung mengalihkankan pandangannya padaku. Ia memandangku dengan penuh rasa ingin tahu. Aku tertawa, dan mengibaskan tanganku di depan wajahnya.

“Aku menangis karna menonton drama” Jelasku sambil tertawa.

“Aiiisshh..,kau ini!” Donghae menyikutku pelan lalu ikut tertawa.

“Aku sering menangis, dengan berbagai macam alasan” Ucapku setelah tawa kami reda.

“Contohnya?” Tanya Donghae lagi.

“Mmm..” Aku berpikir sesaat, “Paling sering karna terharu” Jawabku.

“Terharu bagaimana?” Donghae kembali bertanya.

“Terharu dalam berbagai macam segi. Terharu karna kesedihan atau kegembiraan orang lain. Terharu saat menonton film atau membaca buku. Aku mudah sekali menangis saat menyaksikan atau membaca tentang sesuatu yang sedih dari film atau buku” Aku menjawab panjang lebar.

“Contoh lainnya?”

“Apa kau sedang mewawancaraiku?” Aku balik bertanya.

Donghae terkekeh, “Anio, aku sedang mengintrogasimu. Jadi apa contoh lainnya?”

“Apa aku harus menjawab?”

“Ini introgasi!” Jawab Donghae dengan wajah sok tegas.

Aku tersenyum geli, aku berpikir sesaat, dan akhirnya menjawab, “Aku sering menangis saat aku marah”

“Marah?” Ucap Donghae heran.

Aku mengangguk, “Ya, saat aku benar – benar marah. Aku menangis”

“Waeyo?”

Aku terdiam, lalu mengangkat bahu, “Aku juga tidak tahu. Mungkin saat emosiku membeludak, aku tidak bisa menghancurkan barang – barang di sekitarku, atau menghajar orang yang membuatku marah sampai babak belur. Jadi aku melampiaskan kemarahanku dengan menangis”

“Yah, sepertinya banyak orang yang seperti itu” Donghae menanggapi.

“Apakah kau menangis sambil mengucapkan kata – kata kotor?” Donghae kembali bertanya.

Aku tergelak, dan memukul Donghae pelan, “Bagaimana kau tahu?!”

“Tentu saja, aku tahu!” Donghae tersenyum bangga.

“Apakah ada alasan lain?” Tanya Donghae.

“Saat fisikku sakit. Saat aku terjatuh, berdarah, dalam kondisi yang sangat parah, dan sakit nya juga benar – benar parah. Kau tahu maksudku kan?” Aku balik bertanya.

Donghae mengangguk, “Ya, aku mengerti. Kadang – kadang, saat aku benar – benar sakit perut, air mataku tiba – tiba saja keluar begitu saja”

“Sakit perut?” Tanyaku geli.

“Apa kau tidak pernah sakit perut?! Sakit perut sakit yang paling menyebalkan!”

“Menurutku sakit yang paling menyebalkan adalah sakit gigi!” Tukasku.

“Yah, sakit perut, sakit gigi, sama saja!” Ucap Donghae.

“Kau punya alasan lain lagi?” Donghae kembali mengajukan pertanyaannya.

“Yang umum saja, aku bisa menangis saat aku sedih. Tapi jarang, sangat jarang”

Donghae mengernyitkan wajahnya, “Kau jarang menangis karna sedih?”

“Biasanya aku menangis lebih karna marah daripada sedih”

“Aku tidak mengerti yang ini. Orang biasanya menangis karna sedih” Ujar Donghae.

“Ya, kebanyakan orang begitu, tapi aku tidak. Aku jarang menangis karna merasa sedih. Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali aku menangis karna kesedihanku sendiri”

“Apa kau tidak menangis dengan alasan sedih saat ada kerabatmu yang meninggal?”

Untuk beberapa saat aku terdiam, “Jujur saja, disaat – saat seperti itu, aku biasanya menangis karna terbawa suasana”

Donghae menatapku heran, “Kau aneh!” Komentarnya.

“Aku tahu!” Ucapku.

Setelah itu lenggang. Kami menikmati jalan kota Seoul yang ramai berhiaskan lampu – lampu malam yang gemerlap. Kami sering pergi bersama untuk menikmati lampu – lampu malam seperti hari ini. Kami menyukai lampu – lampu jalan yang menyala memagari jalan. Lampu – lampu yang menyala dari gedung – gedung tinggi di kota Seoul. Kota baru terlihat indah di malam hari. Aku dan Donghae menyukai banyak hal yang sama, kami sahabat dekat, sangat dekat, dan mungkin kelak hubungan kami akan berkembang.

“Hyura-ya” Panggil Donghae sambil menatap ke arahku.

“Nde?” Sahutku sambil balas menatapnya.

“Suatu saat, apabila kau menangis karna sedih, datanglah padaku” Ucap Donghae, membuat diriku sedikit terkejut.

Untuk sesaat aku hanya diam, mengamati mata Donghae yang menatap mataku, mencari – cari apakah ia sedang bercanda. Namun entah bagaimana, ia tampak serius dan bersungguh – sungguh.

“Waeyo?” Tanyaku pelan.

“Karna saat itu, aku akan menghapus air matamu, dan membuatmu kembali tersenyum. Aku berjanji”

Mengingat percakapan malam itu membuat air mataku kembali tumpah. Aku menangis, terisak di dalam kamarku yang gelap dan sepi. Di atas tempat tidur, dibawah selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhku. Aku menangis, menangis karna sedih.

Tiga tahun lalu, kau, Lee Donghae, berjanji akan menghapus air mataku dan membuatku tersenyum saat aku menangis sedih. Namun saat air mata sedih ini tumpah, kenapa kau tidak ada di sampingku? Tidak menghapus air mataku? Tidak membuatku tersenyum?

Tiga tahun sejak pertama kali kau melantunkan janjimu, inilah pertama kalinya aku menangis sedih. Saat aku kehilanganmu, saat aku sudah tidak dapat menggapaimu. Saat kau sudah beristirahat menghadap Tuhan, saat kita telah benar – benar terpisah. Dan saat inilah aku menangis sedih.

Terisak tak rela. Aku benci menangis saat aku sedih, benci tidak adanya dirimu saat aku menangis sedih. Aku terus menangis sedih. Sedih karna kau sudah tidak bersamaku, sedih karna kau berada di dunia yang berbeda denganku, sedih karna aku sudah tidak bisa menggapaimu, sedih karna aku tidak dapat lagi menagih janjimu.

Aku terus menangis, terisak di dalam kamarku yang gelap dan sepi. Di atas tempat tidur, dibawah selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhku. Aku menangis, menangis karna sedih.

Dan tangisan sedih ini, tidak akan terhenti bahkan saat air mataku telah habis. Karna aku tetap menangis dalam hati, dan tangisan ini baru akan terhenti, saat kau, Lee Donghae, menghapus air mata ini.

-THE END-

Hehehe..,geje ya? Drabble ini aku buat semalem, ngak sampe sejam. Jadi semalem aku nangis, gara – gara nonton drama. Pas udah nonton, aku kepikiran buat FF ini, yah, jadilah aku buat dan hasilnya begini. Gimana reader suka kah? Komen ya! Dan kalau suka di like! Gomawo..

Advertisements

12 thoughts on “WHEN I CRY

  1. Aku menangis… ketika aku ingin menangis. Terkadang tidak diperlukan sebuah alasan spesifik untukku mengalirkan air mata. Aku hanya ingin, lalu aku menangis.

    Fanfic-nya bagus. Tapi, entah kenapa, aku kurang mendapatkan ‘rasa’nya. Ah, mungkin aku memang kurang peka ya (_ _)
    Ngomong-ngomong, salam kenal! 8)

    • Hmm..,betul chingu, kadang2 nangis tanpa alasan itu sering terjadi. Nggak tau kenapa nangis, tapi rasanya pengen, hehehe..

      Mungkin juga, tulisan aku yang memang kurang ngena 🙂
      Gomawo udah baca n comment ya!!^^
      Salam kenal juga! Gladis imnida, 14 y.o 🙂

  2. annyeong.. naneun lumina imnida.. panggil lumie aja… aku mau tanya dunk saeng.. ff ini pernah d plagiat kah sama orang yang namanya cho minzi? she really did it? soalnya postingan dy udah d apus dr blognya.. dan parahnya lagi dy salah satu author tetap bahkan mimin d salah satu blog yang aku jg jadi mimin… aku seh udh nglaporin k yg empunya blog soal kasus ini.. tapi aku perlu bukti lebih lanjut lagi.. jujur aku nentang banget namanya plagiat… if u are a silent reader its not a big problem, but a plagiator is the most shameful thing… mohon bantuannya yah.. 🙂

    • Annyeong..,Gladis imnida^^ Iya eonni, ff ini emang prnah di plagiat sma Cho Minzi. Tapi dia udah ngaku dan minta maaf kok..
      kekeke~ pas aku nyari tahu tentang dia , dia emang eksis dimana2, nggak nyangka dia jg author tetap, ckckck..
      Kalo bukti sih mungkin bisa dilihat disini https://talkblahblahblah.wordpress.com/2012/01/04/talk-21-stupid-plagiator/
      klo link nya nggk bisa dibuka, eonni search aja ‘Talk 21 : Stupid Plagiator’ cuma disana nama dia udah aku sensor, tapi ada sih di beberapa foto yg kcntum nama Cho Minzi n Bella.. 🙂

    • ok arraseo… kayaknya udah mualai nyebelin dan keluar batas.. d tambah dy juga gak mau ngakuin… she just said “Anni unn, waktu itu aku ngerepost FF seseorang. Terus dikirain plagiat-___- Well, aku udah minta maaf sama orang yang FF nya aku repost. Tapi aku ga ngeplagiat, cuman ngerepost karena menurutku FF nya dia bagus. Waktu itu lupa ijin._.”
      aku jujur jadi MALES banget… aku gak mau nyuruh2 dy keluar dr blog itu… karena aku sama dy sama2 mimin dan dy lebih dulu jadi mimin d banding aku.. but if its like this.. i have lost my mood… ==a
      makasih chingu buad info2nya… 🙂

      • Ergh..,dia baru 12 tahun boongnya udah gede banget ya!
        Emang author dan admin lain disana nggak ngerespond ya, chingu??
        Hehehe..,sudahlah chingu..,cuekin aja 🙂 Iya..,sama2, aku juga makasi chingu percaya FF When I Cry aku yang bikin^^

      • ngrespon seh.. cuma pada gak enakan sama dy.. aku jg gak enak sbnernya buad beberin ini semua.. tapi dy jg gak bisa terus2an diem aja khan.. ==a yaudah lah aku aja yg mundur jg gpp.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s