It’s Just Me

Title   : Until It’s End

Author  : GladizCass a.k.a Kim SuJin

Rating : Semua umur, bebas..

Length : Oneshoot

Genre  : Romance

Cast    : Krystal Jung & Choi Minho

Other Cast : Choi Sulli

Comeback setelah sebulan vacum. Sebenarnya nggak terlalu yakin dengan FF ini, tapi semoga para reader suka! Silakan dibaca dan jangan lupa comment^^

-Krystal POV-

Sudah hampir sejam aku menatap layar netbook ku, berulang kali membaca bio Choi Minho yang tercantum di profile twitternya.

Just simple boy with dreams. Belong to @Prince_Sulli and @SHINee

Bio singkat itu mungkin sudah ratusan kali kubaca. Aku menghembuskan napas, dan akhirnya mulai memainkan jemariku di atas keyboard,

@MinhoChoi Today is my birthday, and one of my birthday wish is followed back by oppa^^ *shy*

Aku memang berencana untuk me mention Minho oppa pada hari ulang tahunku ini. Berharap ia akan membalas mentionku, dan mem follow back aku. Aku kembali membaca mentionku, dan merasa seperti fans kecil setelah membacanya. Tapi memang itulah aku, seorang fans kecil, pengagum beratnya.

Setelah beberapa saat berhadapan dengan rasa raguku, aku menekan tombol enter, mengirimkan pesanku itu. Aku menghembuskan napas, sudah hampir setahun aku menjadi fans dari Minho oppa, dan sejak itu pula aku mem follow twitter nya. Namun mention ku tadi, adalah mention pertama yang aku kirimkan untuknya.

Entah kenapa, aku tidak pernah ingin berbicara dengannya melalui twitter. Aku selalu berharap dapat berbicara dengannya secara langsung. Namun aku tahu, aku tidak akan punya nyali untuk melakukannya. Selain itu, salah satu alasan aku tidak ingin berbicaran dengannya melalui twitter adalah karna aku merasa tidak percaya diri. Aku takut ia akan menganggapku aneh, SKSD, atau apalah. Namun berbicara dengannya secara langsung, juga masih angan – angan.

Aku mulai memainkan kursorku, dan melihat daftar timeline pada akun twitterku. Dan sesaat kemudian, mataku membelalak saat membaca salah satu twit yang terdaftar disana. Dengan cepat aku membuka page mentionku, dan merasakan jantungku meletup – letup gembira saat melihat salah satu mention yang ditunjukkan untukku.

@J_Krys Happy Birthday:):) Have a great day today~ Follow back? We need talk more for that, kekeke..,bukan sombong ya:) Happy Birthday

Sedetik kemudian senyumku mulai merekah, kembang api raksasa seakan meletup – letup indah di dadaku.

“Kyaaaa!!!!!!” Teriakku girang.

Aku mulai menari berputar – berputar di kamarku. Bernyanyi – nyanyi riang, dan menjatuhkan tubuhku di atas kasur. Senyumku masih merekah seakan tidak bisa dihapus. Rasanya bahagia sekali, mungkin aku terlalu berlebihan, tapi aku tidak peduli. Tidak kusangka Minho oppa akan membalas mentionku secepat itu. Dan kata – katanya terdengar sangat manis. Aaaahh…,bahagianya!!!!

Kembali kubangkitakan tubuhku dan menghadap ke layar netbook. Minho oppa tidak mem follow back aku, tapi ia mengucapkan selamat ulangtahun padaku. Senang..senang..senang..>.< Nomu haengbokhanyo~

Sehari sebelum hari ulangtahun ku ini, aku menulis daftar harapanku di blog pribadiku. Dan salah satunya mencantumkan keinginanku untuk di followback dan dapat lebih dekat dengan Minho oppa. Rasanya harapanku untuk dapat lebih dekat dengan Minho oppa dapat sedikit terwujud. Ya, hanya sedikit, tapi aku sudah sangat senang. Setidaknya, ada alasan bagiku untuk berbicara dengannya melaui twitter sejak hari ini.

@MinhoChoi Jeongmal gomawoyo oppa^^ I really want to talk more with you

Aku menekan tombol enter, sambil menebak – nebak apakah Minho oppa akan kembali membalas mentionku atau tidak. Dan kalau iya, ia akan berkata apa padaku?!

Aku dan para Shawol yang lain bersama – sama meneriakkan fanchat dari lagu Lucifer yang sedang dibawakan boyband SHINee saat ini. Pandanganku tidak lepas dari Minho oppa yang tampak menari dengan lincah dan terlihat sangat tampan.

Minho oppa dan keempat temannya yang lain adalah sekelompok boyband yang bernama SHINee. Mereka bukan boyband yang berada di bawah naungan management atau boyband yang muncul di tv. Melainkan sekelompak anak muda yang menyalurkan hobi mereka dengan mengadakan show – show kecil dan menyebar luaskannya melalui internet. Walau bukan artis atau boyband resemi, mereka benar – benar berbakat. Lagu – lagu mereka juga bagus. Buktinya, SHINee sudah sangat di kenal saat ini.

“Gamsahamnida” Seru seluruh member SHINee setelah lagu selesai.

Tepuk tangan riuh menyabut turunnya mereka dari panggung. Grup lain naik ke atas panggung, namun aku tidak tertarik, dan segera membubarkan diriku dari kerumunan penonton. Mataku mencari – cari Minho oppa, dan akhirnya menemukannya sedang berdiri sambil menegak sebotol air mineral dan berada beberapa meter dari anggota SHINee lainnya.

“Kesempatan bagus” Ucapku dalam hati.

Aku sudah menetapkan hatiku untuk menegur Minho oppa pada kesempatan kali ini. Sejak pertama kali aku me mention Minho oppa, kami jadi lebih sering mengobrol. Dan aku sangat ingin menegurnya secara langsung dan bertanya padanya, apakah ia masih ingat padaku

Kakiku mulai melangkah mendekati Minho oppa, namun berhenti saat gadis lain sudah terlebih dahulu menghampirinya. Aku mengernyit, menatap yeoja berpostur tubuh tinggi yang dibalut dress cream selutut, yang menampakkan kakinya yang mulus dan jenjang. Aku tahu yeoja berwajah cantik dan imut itu, ia Choi Sulli. Yeojachingunya Minho oppa.

Melihat kedatangannya membuatku mendengus kesal. Aku tidak tahu kalau yeoja itu akan datang. Bahkan aku tidak menyadari kedatangannya sedari tadi. Krystal babo! Kalau aku tahu, aku pasti akan segera pulang, daripada akhirnya aku cemburu sendiri.

Sudah lama aku mengetahui kalau Minho oppa punya kekasih. Hal itu dapat mudah dilihat dari bio twitternya. Dan aku juga sudah tahu kalau yeojachingunya adalah Choi Sulli, salah satu dari member grup F(x.) F(x) bisa dibilang merupakan versi wanita dari grup Shinee. Mereka terkenal dan berbakat, empat membernya juga sangat manis dan cantik. Wajar kalau Sulli dapat berpacaran dengan Minho oppa. Ia kan Choi Sulli, bukan aku yang bukan siapa – siapa.

Memikirkan itu membuatku serasa ingin berteriak. Aku hanya yeoja biasa, tidak populer, dan tidak memiliki bakat special. Aku tidak pandai menari apalagi menyanyi. Aku juga tidak merasa diriku cantik. Ah, aku biasa – biasa saja, hanya seorang Krystal Jung.

Aku pun berbalik mengerungkan niatku untuk menegur Minho oppa. Dan akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

“Oppa, waeyo?” Tanya Sulli.

Kembali kualihkan pandanganku pada yeojachingku ini, dan menyunggingkan senyum, “Anio” Jawabku.

“Siapa yang oppa perhatikan tadi?” Tanyanya lagi.

“Bukan siapa – siapa” Jawabku.

Sulli mengerucutkan bibirnya, “Sepertinya oppa tadi memperhatikan yeoja berambut panjang yang berdiri tidak jauh dari kita” Ucapnya.

“Anio” Sergahku, “Sudahlah, jangan berpikir yang aneh – aneh!” Lanjutku lalu mengacak rambut Sulli lembut.

“Aku tidak mau oppa memperhatikan yeoja lain” Ujar Sulli dengan nada memaksa.

Aku menghela napas, “Tidak akan” Ucapku.

“Yaksok?”

“Nde” Anggukku.

“Aku ada urusan setelah ini, mianhae, tapi aku harus segera pergi” Ucapku.

Sulli kembali mengerucutkan bibirnya, “Terserah oppa” Jawabnya lalu berbalik meninggalkanku.

Aku menghela napas, menatap Sulli yang melenggang menjauh dariku tanpa menoleh lagi. Belakangan ini Sulli memang selalu seperti itu, mudah marah, cemburu, dan jadi lebih cerewet. Entah apa yang terjadi padanya. Tapi sifatnya itu benar – benar membuatku gerah.

“Hyung, gwanchana?” Tegur Taemin sambil menepuk sebelah pundakku.

“Gwanchana” Jawabku.

“Ada masalah dengan Sulli?” Tanyanya lagi.

“Biasalah” Sahutku, “Kita harus latihan untuk persiapan lomba besok kan?” Tanyaku.

“Nde” Taemin mengangguk.

“Kalau begitu, ayo kita segara latihan!”

-END MINHO POV-

-KRYSTAL POV-

“Dan penampilan selanjutnya adalah..SHINEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Seruan MC tadi disambut oleh tepuk tangan riuh dari para penonton. Dadaku mulai berdebar – debar tidak sabar. Dan akhirnya, member SHINee berdiri di atas panggung. Mataku seketika tertuju pada Minho oppa. Ia tampak luar biasa. Ah, ia memang selalu tampak luar biasa di mataku.

Lagu mulai berputar, dan para member SHINee pun mulai memamerkan koreografi dance mereka dengan lincah dan menakjubkan. Tanpa melihat grup lain, aku sudah yakin kalau SHINee pasti akan memenangkan lomba dance kali ini. SHINee benar – benar hebat.

“Dan juara pertama jatuh pada…SHINEE!!!!”

Senyumku merekah, seperti dugaanku SHINee yang menang. Aku menyaksikan para member SHINee yang naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan. Segera ku keluarkan camera digital saku ku untuk mengabdikan momen itu.

Setelah acara penghargaan berakhir, aku segera memisahkan diriku dari para penonton. Aku berusaha untuk mencari Minho oppa, hari ini tekad ku sudah bulat, kalaupun ada si Sulli itu, aku akan mencoba mencari waktu yang tepat untuk menegur Minho oppa.  Pokoknya hari ini aku harus menegurnya dan mengucapkan selamat atas kemenangannya. Terlebih aku sudah menyiapkan hadiah untuknya. Bukan hadiah besar, hanya sebuah strap handphone yang kubuat sendiri. Strap itu berwarna merah dan memiliki simpul maedeup (kesenian menyimpul korea), dengan symbol sam taeguk (Salah satu variasi symbol Korea yang merepresentasikan harmoni kehidupan. Warna biru melambangkan bumi, merah melambangkan surga, dan kuning melambangakan perikemanusiaan), pada ujungnya tergantung sebuah bandul perak dengan bentuk hati di tengahnya.

Mungkin hadiahku hanyalah benda biasa, namun aku sangat berharap Minho oppa menerimanya, dan lebih bagus lagi kalau ia memakainya. Aku menemukan Minho oppa tampak tengah mengamati handphone nya. Ia berdiri seorang diri, aku tidak melihat member SHNee lain di sekitarnya. Sesaat kemudian, Minho oppa tampak menoleh kesana – kemari, dan tiba – tiba pandangannya terarah padaku. Namun hanya sesaat, dan akhirnya ia melangkah keluar gedung menuju taman.

Aku mengernyit, dan akhirnya memutuskan untuk mengikutinya keluar gedung.

“Neo wae irae??”

Aku menoleh ke asal suara Minho oppa yang berada beberapa meter di sampingku. Tampak Minho oppa dan Sulli yang tampak tengah berbicara. Namun suasana di antara mereka tampak tegang, sehingga aku segera melangkah mundur dan bersembunyi di balik pohon yang ada di dekatku.

Dari posisiku sekarang, aku dapat melihat dengan jelas Minho oppa dan Sulli. Namun aku tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Aku mengamati mereka dengan penasaran, tampaknya mereka sedang berkelahi. Tapi karna apa? Aku dengar Minho oppa dan Sulli sudah berpacaran hampir setahun, kira kira apa yang terjadi?

Melihat Minho oppa dan Sulli yang tampak berkelahi, membuatku menyadari bahwa aku tidak dapat mengungkiri bahwa aku ingin mereka segera putus. Walau aku juga sadar, aku belum tentu dapat menggantikan posisi Sulli kalaupun mereka putus.

“Sulli-ya!!!”

Seruan Minho oppa membuatku tersentak kaget. Namun adegan selanjutnya membuatku merasa lebih kaget. Minho oppa tempak meraih pergelangan tangan Sulli, dan menariknya hingga berada sengat dekat dengan Minho oppa. Dan dalam hitungan detik, kudapati Minho oppa mencium bibir Sulli.

Apa tadi aku bilang kalau aku kaget? Sepertinya aku salah, karna aku lebih dari kaget. Jantungku mencelos, darahku berdesir, dan kurasakan sesuatu terasa begitu menyakitkan dalam dadaku, begitupula mataku yang mulai memanas. Cukup, aku sudah melihat klimaks nya. Maka dari itu, aku pun berlari menjauh dari tempat ini.

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

“Seminggu..” Bisikku datar.

Ya, sudah seminggu pemilik cc @J_Krys itu tidak me mention ku. Padahal dalam jangka wakti tiga hari, pasti ada saja namanya di daftar mention ku. Pikiranku lalu berputar pada yeoja berambut panjang hitam yang hadir pada lomba yang kami ikuti seminggu lalu dan pada perfome kami sehari sebelumnya. Yeoja yang hampir selalu aku lihat diantara para penonton saat aku berada di atas panggung. Yeoja itu tampak seperti yeoja yang terlihat di profil picture yang tercantum pada twitter J Krys. Entah yeoja itu hanya mirip dengan @J_Krys, atau memang betul dia.

Aku mengehembuskan napas, perhatianku teralih pada bio yang tercantum di akun twitter ku,

Belong to @Prince_Sulli and @SHINee

Aku tersenyum miris. Kejadian seminggu lalu kembali berputar di kepalaku, hari saat Sulli mengakhiri hubungan kami. Sulli memang berubah belakangan ini, tapi aku berpikir bahwa perubahannya itu hanyalah hal biasa. Tidak sekalipun terlintas di pikiranku bahwa ia tidak lagi mencintaiku dan ingin mengakhiri hubungan kami.

Pernyataannya saat itu benar – benar membuatku kaget dan marah. Aku masih mencintainya dan tidak ingin berpisah darinya. Namun Sulli tidak dapat mengerti itu, bahkan ciumanku pun tidak dapat meluluhkan hatinya. Aku bertanya – tanya apakah masih ada kesempatan untukku agar ia dapat mencintai ku lagi.

Jemariku bergerak di atas keybord, hendak mengirimkan suatu pesan pada Sulli, berharap ia akan menyadari bahwa aku masih mencintainya,

-END MINHO POV-

-KRYSTAL POV-

Rasanya tanganku gatal sekali ingin mengirimkan pesan pada Minho oppa. Namun aku berusaha untuk menentang keinginanku itu. Tidak ada gunanya membuat harapanku pada Minho oppa meninggi. Minho oppa selalu membalas mention ku dengan ramah dan manis. Namun tampaknya, itu hanya sekedar sopan santun biasa. Aku tidak boleh berharap lebih padanya. Aku harus menyadari siapa diriku, dan siapa yang Minho oppa cintai.

Aku kembali melihat daftar timeline, dan mendapati jantungku kembali mencelos saat melihat mention Minho oppa,

@Prince_Sulli You are my favorite hello..

“Ok, enough!” Gerutuku kesal dan segera meng sign out akun twitterku.

Aku benci Minho oppa yang selalu berkata – kata manis pada Sulli. Aku benci Minho oppa yang mencintai Sulli. Aku benci Minho oppa!

Ya, aku memang membenci Minho oppa. Tapi apa yang dapat aku lakukan? Tidak ada! Tentu saja, memang nya apa yang aku bisa? Aku hanya seorang Krystal Jung yang payah dan tidak dapat melakukan apa – apa.

Mungkin satu – satunya yang dapat kulakukan adalah membuka blog ku dan mengirimkan satu post an baru dengan judul “I Hate Him” dan berisi, “I hate @MinhoChoi” Hanya itu, suatu tindakan aneh dan tidak berguna.

Sudah sebulan sejak terakhir kali aku membuka akun twitter ku. Yang terakhir adalah saat aku melihat mention Minho oppa untuk Sulli yang membuatku mengisi blog ku dengan perkataan bahwa aku membenci Minho oppa. Dan saat ini adalah yang pertama sejak hari itu.

Sebenarnya aku hanya iseng, sebentar lagi aku akan pergi ke mall untuk membeli album A-CHA Super Junior. Di sana ada suatu toko kaset yang cukup besar dan hanya ada di mall tersebut. Aku selalu kesana, karna aku suka suasananya dan kaset – kaset di sana lengkap. Aku pun memutuskan untuk men tweet hal tersebut,

Pergi ke toko kaset Holla, A-CHA..A-CHA..tunggu aku!!!^^

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

Aku me refresh dafter timeline dan membaca satu persatu tweet dari orang – orang yang aku follow. Perhatianku lalu terfokus pada salah satu tweet yang tercantum di sana,

Pergi ke toko kaset Holla, A-CHA..A-CHA..tunggu aku!!!^^

Senyuman terlukis di wajahku, dan dengan segera aku menutup netbook ku. Aku beranjak bangun dari dudukku, mengenakan jaket, lalu meraih handphone dan dompetku.

-END MINHO POV-

-KRYSTAL POV-

Album A-CHA Super Junior sudah ada di tanganku. Namun aku masih berputar – putar untuk sekedar melihat – lihat. Aku sedang berdiri tepat di depan rak yang berderetkan album DBSK saat seseorang memanggilku,

“J Krys?”

Aku mengernyit, lalu menoleh pada orang yang memanggilku dengan nama twitter ku itu. Dan sedetik kemudian, darahku berdesir saat melihat orang yang berada tepat di hadapanku ini,

“Minho oppa?”

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

Aku menoleh kesana kemari, mencari seorang yeoja yang belakangan ini aku perhatikan melalui akun twitter dan blog nya,

“Ketemu” Ucapku pelan saat melihat seorang yeoja berambut panjang hitam tampak tengah mengamati deretan album – album DBSK.

Kulangkah kan kakiku mendekat pada yeoja itu. Aku berdiri diam tepat di sampingnya selama beberapa detik, lalu menegurnya,

“J Krys?” Ucapku ragu.

Yeoja itu menoleh, dan saat aku melihat wajahnya, aku yakin aku tidak salah orang. J Krys tampak terkejut, aku tidak heran akan hal itu, tentu saja ia terkejut dengan kemunculanku yang tiba – tiba ini.

“Minho oppa?!” Sahutnya tampak tidak percaya.

Aku tersenyum, “Annyeong haseyo”

“Kau sudah dapat album A-Cha nya?” Tanyaku memecah kan keheningan saat aku dan J Krys sedang menikmati jus di salah satu café yang ada di mall ini.

J Krys mengangguk pelan, “Nde” Jawabnya.

Aku tersenyum geli. J Krys tampak sangat gugup. Entah karna ia masih kaget atau apa. Tapi sedari tadi ia terus menundukkan kepalanya, mengalihkan pandangan dariku.

“Bagaimana o..” Perkataan J Krys terputus, namun ia mengulang ucapannya, “Bagaimana Minho-ssi, bisa ada disini?” Tanyanya kaku.

“Panggil oppa saja, tidak apa – apa kok” Ucapku yang disambut dengan anggukkan canggung Krystal.

“Aku melihat tweet mu di twitter” Aku memberitahu, “Jadi aku kesini”

“Tweet ku?” Ulang J Krys heran, “Bagaimana oppa bisa melihatnya?”

“Aku kan mem follow mu, jadi tweet mu masuk daftar timeline ku”

“Nde?” Seru J Krys yang tampak terkejut.

“Waeyo?” Tanyaku heran.

Akan tetapi J Krys tidak menjawab, melainkan segera mengeluarkan handphone nya. Pandangan matanya tampak focus pada layar handphone nya. Sesaat kemudian secercah kecerian tampak tersirat di wajahnya. Aku tersenyum,

“Mianhaeyo, baru bisa mengabulkan permohonan ulang tahunmu sekarang” Ucapku.

-END MINHO POV-

-KRYSTAL POV-

“Seolma(tidak mungkin)” Ucapku dalam hati saat mendengar ucapan Minho oppa bahwa ia mem follow back aku.

Otomatis aku segera mengeluarkan handphoneku dan membuka akun twitterku. Setelah akun twitterku terbuka, aku segera melihat daftar followers ku, dan mendapati @MinhoChoi termasuk di dalamnya. Aku terbelalak tidak percaya, dan beralih membuka daftar mentionku, lalu mendapati ada beberapa mention dari @MinhoChoi yang ditunjukkan padaku. Sedetik kemudian kurasakan letupan kebahagian di dadaku,

“Mianhaeyo, baru bisa mengabulkan permohonan ulang tahunmu sekarang” Ucap Minho oppa membuatku mendongak.

“Anio, gwanchanayo” Sahutku langsung dengan nada yang lebih riang.

“Aku bahkan tidak pernah berpikir oppa akan benar – benar mem follow back aku”

“Waeyo?” Tanyanya.

Selama beberapa saat aku terdiam, namun akhirnya aku mengangkat bahu dan menjawab, “Mollayo, oppa kan tidak kenal padaku”

“Tentu saja aku kenal padamu, hanya saja, kita belum akrab” Ujarnya.

“Bagaimana oppa mengenalku?” Aku balik bertanya.

“Kau kan sering datang setiap SHINee perfome, dan kita juga sering berbicara melalui twitter belakangan ini, atau tepatnya sejak kau berulang tahun” Jawab Minho oppa.

“Oppa menyadari keberadaanku?” Tanyaku hampir tidak percaya.

Minho oppa tampak mengernyit, “Tentu saja” Jawabnya.

Mendengar jawabannya membuat senyumku merekah. Sebelumnya, aku selalu berpikir bahwa ia membalas mention twitter ku karna ia menghargai fans nya. Aku tidak menyangka kalau ia bahkan mengingat namaku. Terlebih mendengarnya berkata bahwa ia selalu melihatku di setiap aku datang ke perfome mereka.

“Oppa, gomawoyo” Ucapku sambil tersenyum.

“Nde?” Ujar Minho oppa heran.

Aku menggeleng, “Tidak apa apa aku hanya berterima kasih”

“Untuk apa?” Tanya Minho oppa.

Aku tidak menjawab pertanyaan Minho oppa, hanya tersenyum, lalu kembali menyerap jus ku. Untunglah Minho oppa tidak bertanya tanya lagi, karna kalau pun aku menjawab, Minho oppa pasti tidak akan mengerti.

“Jadi siapa nama aslimu?” Tanya Minho oppa lagi.

“Nama asli ku?” Ulangku, “Ah, Na Krystal imnida” Jawabku.

“Oh, Krystal-a..” Angguk Minho, “Apakah J itu menunjukkan marga mu?” Tanyanya lagi.

“Nde. Margaku Jung” Aku kembali menjawab.

“Senang bisa berbicara langsung denganmu Krystal” Ucap Minho oppa membuat wajahku bersemu merah.

“Nado” Ujarku pelan.

“Apakah setelah ini ada kau ada acara?” Tanya Minho oppa saat kami keluar dari café.

Aku menggeleng, “Obseoyo. Waeyo?”

“Bagaimana kalau kita jalan jalan dulu?”

“Jalan-  jalan?”

“Nde” Angguknya, “Apakah tidak apa apa?”

“Tentu saja!” Jawabku langsung, “Aku senang sekali” Tambahku.

“Jeongmalyo?”

“Jeongmalyo!” Aku meyakinkan.

“Kalau begitu, ayo, kita jalan jalan!” Ajak Minho oppa.

“Nde!”

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

“Mau ice cream?” Aku menawarkan.

“Nde?”

“Mau ice cream?” Ulangku lagi sambil menunjuk ke stant ice cream.

Krystal tampak ragu – ragu, “Apakah tidak apa – apa?” Tanyanya.

“Tentu saja!” Jawabku, “Kaja!”

“Kau mau rasa apa?” Tanyaku sesampainya kami di stant ice cream.

“Cokelat” Jawab Krystal singkat.

“Tolong, ice cream cokelat nya dua” Ucapku pada penjual ice cream tersebut.

“Mmm..,aku ingin bertanya tapi..”

“Tanyakan saja!” Ucapku yang mendengar perkataan Krystal.

Krystal tampak ragu – ragu, namun akhirnya ia mulai bersuara, “Apakah..apakah oppa sengaja kesini untuk…mmm..” Perkataan Krystal terputus, namun aku sudah mengerti apa yang ingin ia tanyakan.

“Nde, aku sengaja kesini untuk menemui mu” Aku memberitahu sambil melirik ke arah Krystal yang kembali menundukkan kepalanya.

“Waeyo?” Tanya Krystal pelan.

Aku tidak langsung menjawab pertanyaan Krystal yang satu ini. Sebenarnya aku juga tidak yakin mengapa aku sampai rela datang kesini untuk menemui Krystal. Yang aku tahu, aku hanya ingin bertemu Krystal. Mungkin karna aku merasa bahwa ia adalah yeoja yang unik, dan ingin kuajak bicara. Itulah kenapa aku selalu membalas mention nya. Aku tidak selalu mem balas mention orang yang belum terlalu aku kenal, hanya sesekali. Namun untuk Krystal, aku selalu membalasnya. Entah ia menyadari hal itu atau tidak.

“Karna ada yang ingin aku tanyakan” Jawabku sepontant saat aku menyadari bahwa memang ada yang ingin aku tanyakan padanya.

“Apa itu?” Tanya Krystal yang terdengar penasaran.

“Kenapa kau membenciku?” Tanyaku.

“Nde?”

Krystal menghentikan langkahnya. Ia menatapku dengan wajah yang tidak dapat aku baca mengekspresi kan apa. Namun yang jelas, ia tampak terkejut.

“Aku lihat di blog mu” Ucapku sambil menyunggingkan senyum.

“Mwo? Bagaimana oppa tahu..”

“Kan blog mu tercantum di bio twitter mu” Aku memotong perkataannya.

Krystal tampak salah tingkah, “Mianhaeyo oppa..” Ucapnya gugup.

“Tenang saja, aku tidak marah kok! Aku hanya penasaran kenapa kau membenciku dengan tiba – tiba”

“Bukan!” Sergah Krystal, “Aku bukan benci dengan maksud yang seperti itu”

“Jadi, yang seperti apa?”

Krystal terdiam, “Sulit untuk dijelaskan” Ucapnya akhirnya.

“Bagaimana dengan alasanmu membenciku?”Aku kembali bertanya.

Krystal menghembuskan napas, lalu berkata, “Aku membenci oppa dengan maksud..”

Perkataan Krystal terputus, pandangan matanya terarah pada sesuatu yang tampaknya ada di belakangku. Aku mengernyit, lalu menolehkan kepalaku ke belakang. Sesaat kemudian, kurasakan amarah dan kekecewaan memuncrat dalam diriku.

“Sulli..” Gumamku tertahan.

-END MINHO POV-

-KRYSTAL POV-

“Aku membenci oppa dengan maksud..”

Perkataanku terputus saat aku melihat pemandangan yang mengejutkan. Suatu hal lain yang membuatku terkejut, dari sekian banyaknya hal yang mengejutkan yang aku alami hari ini.

Kulihat Sulli tengah berjalan sambil bergandengan mesra dengan seorang namja, yang kukenal sebagai salah satu member dari cover grup Super Junior, yaitu Super Junior M, Henry Lau. Seolma! Sulli selingkuh?!

Kudapati Minho oppa menoleh ke belakangnya, dan tampaknya juga telah melihat apa yang membuatku berhenti bicara. Bahkan tanpa melihat wajahnya, aku tahu kalau Minho oppa marah.

“Ottokeh?” Ucapku dalam hati.

Sesaat kemudian, kurasakan Minho oppa yang meraih pergelangan tanganku, dan membawaku berjalan cepat menjauh dari tempat itu bersamanya,

“Oppa!” Seruku bingung.

Namun Minho oppa terus menarik ku, dan membawaku keluar dari mall itu.

Kami duduk di salah satu kursi yang berada di taman mall tersebut. Minho oppa tampak memandang kosong ke depan, sementara aku duduk di sampingnya tanpa tahu harus melakukan apa.

“Oppa, gwanchanayo?” Tegurku akhirnya.

Minho oppa tidak menjawab ataupun menoleh. Bahkan aku tidak yakin ia mendengar perkataanku. Aku mendesah, dan akhirnya menyentuh sebelah pundaknya lembut,

“Oppa..”Panggilku.

Minho oppa tampak tersentak terkejut, ia menoleh padaku dengan pandangan heran, seperti merasa bingung dengan keberadaanku saat ini,

“Oppa, gwanchanayo?” Tanyaku lagi.

Minho oppa mengerjapkan matanya, “Nde. Gwanchana” Jawabnya datar.

Walau Minho oppa menjawab begitu, ia tampak jelas tidak baik baik saja. Ia tampak terpukul. Aku mencari kata kata yang cocok untuk aku katakan. Namun, aku tidak menemukannya. Jadi aku kembali diam di samping Minho oppa yang tampak kembali melamun.

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

Pikiranku kosong, dan pandangan kosongku pun kini telah menatap lurus ke depan. Perasaanku berkecamuk, aku tidak tahu harus melakukan atau berkata apa. Di sampingku, ku kembai mendengar helaan napas Krystal,

“Aku tidak mengerti” Ucapnya, membuatku menoleh.

Krystal kini tengah menatap lurus ke depan, seperti yang kulakukan tadi. Tapi pandangannya tidak kosong. Ia tampak tengah menerawang,

“Aku tidak mengerti mengapa Sulli melakukan itu pada oppa” Ucapnya.

Aku diam tidak menanggapi perkataannya. Namun aku tetap mendengarkan sambil menatapnya,

“Bagaimana bisa, Sulli bersama namja lain selain oppa” Ucapnya dengan nada tidak percaya.

“Ia tidak selingkuh” Ucapku.

Krystal menoleh dan menatapku bingung, “Lalu?”

“Kami memang sudah berpisah” Jawabku.

Mata Krystal membulat, ia jelas tampak terkejut, “Jeongmalyo? Bagaimana bisa?”

Aku tersenyum miris, “Sepertinya kau memang bukan fansku lagi”

“ANIO!” Sergah Krystal keras, “Aku fans oppa!” Ia menyakinkan.

Mendengar ucapannya aku terkekeh, “Jeongmalyo?”

“Jeongmalyo!” Krystal menegaskan sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya, “Aku selalu jadi fans oppa” Tambahnya.

Aku tersenyum, “Gomawo” Ucapku.

“Jadi, oppa dan Sulli sudah berpisah?” Tanyanya hati hati.

Aku mengangguk, “Sudah sebulan”

Krystal tampak tercenung. Memberikanku kesempatan untuk mengamatinya lekat – lekat tanpa ia sadari. Krystal memiliki wajah yang cantik dan manis. Namun yang lebih menarik pada dirinya adalah bahwa ada sesuatu yang ada dalam dirinya yang dapat memberiku suatu kehangatan. Aku tidak yakin kehangatan macam apa, namun jelas ada dalam diri Krystal.

“Oppa..,masih mencintainya kan?” Tanya Krystal tanpa memandangaku.

Sulli? Apakah ia bertanya tentang Sulli? Kalau iya, aku sadar bahwa aku masih mencintainya. Masih menaruh perasaan padanya hingga detik ini. Dan masih belum menerima kalau Sulli telah berpaling dariku.

“Aku rasa begitu”

“Aneh” Komentar Krystal membuatku menatapnya bingung.

“Yeoja itu benar benar aneh” Ucap Krystal lagi, “Bagaimana bisa ia meninggalkan oppa, sementara oppa masih mencintanya” Lanjutnya dengan nada tidak percaya.

“Ia mencintai namja lain” Ujarku.

Krystal menggeleng pelan, “Kalau aku jadi dia, aku tidak akan pernah meninggalkan oppa, tidak akan pernah mencintai namja lain” Ucapnya.

Perkataannya tadi membuatku memandangnya kaget. Sementara itu, Krystal yang sepertinya baru menyadari apa yang ia katakan, tampak jauh lebih kaget.

“Aku..” Krystal tergagap panik, “Aku bukan bermaksud begitu..,aku..,hanya..,aku..”

Aku tahu Krystal berusaha memperbaiki perkatannya. Namun tidak berhasil menemukan apa yang perlu ia katakan. Dan itu membuat senyum terulas di bibirku,

“Jincayo? Kau tidak akan pernah meninggalkanku? Tidak akan pernah mencibtai namja lain?”

Krystal memandangku sekilas, lalu mengalihkan pandangannya ke depan, “Aku..”

“Kau mencintaiku?” Pertanyaanku membuat Krystal kembali terkejut.

Mungkinn tidak sopan untuk bertanya seperti itu pada seorang yeoja. Tapi entah bagaimana, pertanyaan itu meluncur begitu saja di mulutku.

Krystal menggigit bibir bawahnya gugup, “Sepertinya aku lebih aneh” Ucapnya, “Lebih aneh dari Sulli”

“Wae?”

“Karna aku berkata seperti itu pada oppa” Jawabnya, “Kalau pun aku tidak akan meninggalkan oppa, dan kalau pun aku mencintai oppa, itu bukan hal yang penting kan?! Aku kan..,aku”

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan” Komentarku jujur.

Krystal menghela napas, “Oppa mencintai yeoja seperti Sulli, itu wajar. Sulli mencintai seorang nama seperti oppa, itu wajar. Tapi aku yang bicara seakan aku dapat menggantikan posisi Sulli, pasti terdengar konyol. Aku sama sekali tidak bermaksud begitu. Mianhaeyo” Ucapnya.

Sebenarnya aku tidak begitu mengerti apa yang dikatakan Krystal. Namun ada hal yang aku pikirkan tentang ekspresinya saat ini. Tampaknya, ia tidak percaya diri akan dirinya. Mungkin ia berpikir kalau aku dan Sulli adalah seorang yang besar, sementara ia hanya seorang yang kecil. Dan tidak pantas baginya untuk berkata bahwa ia tidak akan meninggalkanku, ataupun mencintai namja lain, seakan ia berharap dapat menggantikan Sulli. Jadi intinya, kalaupun benar ia mencintaiku atau apa, ia merasa dirinya tidak pantas untukku.

“Jadi, kau benar mencintaiku?” Aku kembali bertanya.

Krystal tersenyum miris, “Oppa ingin aku menjawab apa?” Ia balik bertanya.

Aku diam tidak menjawab, jadi Krystal kembali berkata, “Kalau pun aku mencintai oppa, aku bukan siapa siapa dan tidak pantas untuk oppa. Aku hanya fans” Ujarnya.

“Apa kau tahu?” Aku kembali bertanya, “Ada dua yeoja yang selalu ada di pikiranku. Yeoja yang telah lama aku cintai, dan seorang yeoja yang mulai menarik perhatianku sejak beberapa bulan lalu” Ucapku.

“Kalau kau hanya fansku, untuk apa aku menyusulmu ke toko kaset hari ini?” Lanjutku.

Krystal menatapku dengan pandangannya yang tidak terbaca. Dan aku kembali berkata,

“Saat ini, kau bukan hanya fansku. Kau lebih dari itu, kau yeoja yang ingin aku kenal lebih dekat dan yeoja yang aku harap dapat membantuku melupakan Sulli”

-END MINHO POV-

-KRYSTAL POV-

Pandanganku terpaku pada layar netbook ku yang menyala. Percakapan random antar aku dan Minho oppa siang ini kembali terulang di pikiranku. Rasanya senang mendengar Minho oppa berkata kalau aku bukan hanya fans nya, bahwa ia ingin kami dapat lebih dekat, dan aku dapat menjadi yeoja yang dapat membantunya melupakan Sulli.

Entah langkah awal seperti apa yang ada di hadapanku ini. Aku mencintai Minho oppa, dan aku yakin memang akan selalu begitu. Aku selalu berharap memiliki kesempatan. Sekarang aku memiliki kesempatan itu. Dan aku berdoa, agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.

Aku masuk ke dalam halaman blog ku, dan mulai menulis sesuatu di dalamnya.

Aku ingat saat Minho oppa berkata pada Sulli melalui twitter,

“You’re my favorite Hello..”

            Dan aku juga ingat, hal itu membuatku cemburu setengah mati. Aku ingin Minho oppa mengatakan hal itu padaku. Ah, sepertinya aku menginginkan lebih,

“I wanna be your favorite Hello..”

“And your hardest Goodbye..”

-END KRYSTAL POV-

-AUTHOR POV-

Krystal tidak melakukan apa – apa setelah mem posting tulisannya tersebut. Ia hanya melihat lihat music video yang ada di netbooknya. Hingga akhirnya memutuskan untuk kembali membuka blog ku.

“Komentar?” Tanya Krystal heran pada diri sendiri setelah melihat pemberi tahuan.

Jarang ada yang mengunjungi blog Krystal. Dan kalaupun ada, pasti hanya nyasar dan masuk ke beranda, lalu langsung menutup halaman blognya tanpa membaca postingan apapun. Keberadaan komentar juga sangat langka. Namun, ia menemukan komen di postingan terbarunya.

Krystal membaca komentar tersebut. Dan tepat setelah membacanya, ia tersenyum,

MinhoChoi wrote

I hope so. And I hope I can be your favorite hello and your hardest goodbye too..:)

END

Advertisements

3 thoughts on “It’s Just Me

  1. Minstal Minstal Minstal *reader norak

    FFnya bagus author nim dan i love Minstal hehehe

    sebelum’y salam kenal author nim, aq new reader ^^

    kata-kata yang paling aku suka “You’re My Favorite Hello” >.<

    keep writing and i'll keep reading

  2. So sweet…
    Aq baru nemu ff ini…
    akhhh aq senang bisa baca ff minstal lg… jarang bged ada yg post ff minstal… bkin lagi yah say…

    Aq suka banged sm minstal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s