My Silver Chap.14

Title : My Silver
Author : GladizCass a.k.a Kim SuJin
Rating : PG-14
Length: Chaptered
Genre : Romance, Fantasy/Mystery (??)
Cast : Seohyun (SNSD), Cho Kyuhyun (SJ)
Other Cast : Shim Changmin (TVXQ), Choi SooYoung, ZhouMi, Kwon Yuri

Previous : Chap 1, Chap 2, Chap 3, Chap 4, Chap 5, Chap 6, Chap 7 Chap 8, Chap 9, Chap 10, Chap 11, Chap 12, Chap 13

Annyeong..annyeong…,apakah masih ada yang inget sama My Silver?? Semoga masih ada ya^^ Jwiseonghamnida bagi yang udah nunggu lama sampe lumutan n lapuk, hehehe..Sebenarnya aku belum mau publish sekarang, tapi takut pada lupa sama ceritanya, jadi aku publish deh^^

Rencananya tuh, aku mau bikin sampe tamat dulu, udah gitu aku bagi dua, jadi My Silver cuma sampe chap 15. Tapi karna proses penulisanku lama banget, akhirnya aku publish aja deh chap 14 nya^^ Semoga masih ada yang baca ya..

Gomawo..,silakan baca dan jangan lupa commentnya^^

-KYUHYUN POV-

Ruangan tempatku terkurung mulai terasa pengap. Aku mengedarkan pandanganku ke sekitar lalu mengerang dan mendudukkan diriku di tepi tempat tidur. Aku menghela napas dalam – dalam, kepalaku terasa berdenyut – denyut. Lalu sedetik kemudian, suatu ingatan terlintas dibenakku, tentang seorang yeoja bernama Seohyun, yang sebenarnya adalah seorang monster penghisap darah, yang menjebakku sehingga aku jatuh cinta padanya. Lalu ia membawaku ke suatu tempat yang entah dimana, dan akan meminum darahku sehingga ia dapat menjadi manusia.

Mengingat hal itu membuat rasa marah dan benci terasa membara dalam dadaku. Perasaan atas ingatan bahwa aku pernah mencintainya tidak terasa sedikit pun. Yang ada kini hanya kemarahan dan kebencian atas monster penghisap darah tersebut.

Aku mengernyit saat mendapati secercah cahaya putih masuk ke dalam rungan sempit ini. Aku menoleh ke sumber cahaya yang ternyata menyeruak masuk dari pintu besi yang berlahan terbuka. Aku mengerjap – ngerjapkan mata sesaat lalu bangkit berdiri. Beberapa saat kemudian, kudapati seorang yeoja dengan dress hitam dan rambut terurai berdiri di ambang pintu.  Yeoja itu hanya tampak seperti siluet, hingga akhirnya ia melangkah maju hingga aku dapat melihat wajahnya yang familiar dengan lebih jelas.

“Kyuhyun-ssi..” Ucap yeoja itu.

Aku diam tidak menjawab, hanya berdiri sambil menatapnya tajam. Yeoja itu kembali berkata,

“Apa kau mengingatku?” Tanyanya sambil melangkah lebih dekat setelah menutup kembali pintu besi di belakangnya.

Aku terdiam sesaat lalu mengangguk, “Kakaknya Seohyun” Jawabku, “Yuri-ssi” Aku menambahkan.

Yuri menghela napas, “Setidaknya mereka tidak membuatmu amnesia” Ujarnya.

Aku menatapnya bingung, namun tidak terlalu memikirkan ucapannya tadi, dan bertanya, “Mau apa kau kesini?”

“Menemuimu” Jawabnya ringan.

“Untuk apa?” Aku kembali bertanya.

“Tidak untuk melepaskanmu” Jawab Yuri, “Kalau kau mengharapkan hal itu” Tambahnya dingin.

“Anio” Sahutku, “Aku tahu kau tidak akan melakukannya, dan aku sendiri juga tidak terlalu mengharapkan itu”

“Tidak terlalu” Ulang Yuri dengan nada mengejek.

“Sebelum monster itu meminum darahku, tampaknya aku tidak mungkin dilepaskan”

Ekspresi Yuri tampak heran sekaligus tegang saat aku mengucapkan hal tadi. Ia menatap lurus padaku,

“Monster?” Ucap Yuri pelan, “Maksudmu Seohyun?”

“Nde, dia. Siapa lagi?” Sahutku, “Walau kalian juga bisa dibilang monster” Aku menambahkan.

Yuri hanya diam tanpa melepaskan pandangannya dariku, aku pun balas menatapnya tajam,

“Jadi, apa yang membawamu kesini?”

Yuri menghela napas, “Dengar,” Ucapnya dalam, “Kau harus bersikap baik di hadapan Seohyun”

“Bersikap baik?” Aku mengulang ucapan Yuri lalu tertawa hambar, “Maksudmu dengan rela mengorbankan darahku untuknya? Tidak akan!”

“Bukan” Tukas Yuri, “Jangan membuatnya kesal” Ia berkata.

“Tidak membuatnya kesal berarti menyerahkan darahkukan?”Ucapku jengkel.

Yuri kembali menghela napas, “Kalau kau berteriak di depan Seohyun dan mengatakan kalau ia monster dan lain – lainnya, ia akan terpancing emosi. Saat ini, Seohyun berada dalam kondisi dimana ia tidak dapat mengontrol emosinya, sehingga ia dapat membunuhmu tanpa berpikir panjang. Tapi bila kau bersikap baik, ia tidak akan membunuhmu” Ujarnya panjang lebar.

“Bersikap baik?” Aku mengernyit,  “Maksudmu..”

“Tunjukkan kalau kau mencintainya, menyayanginya, bahwa kau adalah kekasihnya, dan…”

“MWO?!” Potongku, “Kenapa aku harus mengatakan hal seperti itu?!”

“Kalau kau ingin selamat..”

“Aku tidak mengatakan hal yang tidak aku rasakan. Aku tidak mencintainya, tidak menyayanginya, aku juga bukan kekasihnya. Seohyun adalah monster penghisap darah, pembunuh, ia akan membunuhku, dan aku berani bertaruh ia yang menyerang Changmin…”

Perkataanku terputus saat menangkap pandangan tajam dari Yuri,

“Kau mencintainya, ia mencintaimu” Tukas Yuri pelan, “Hanya saja…,Seohyun, maupun kau, tidak mengingat hal itu.

Mendengar ucapan Yuri barusan, aku mengernyit bingung, lalu akhirnya menggeleng, “Anio, aku tidak mencintainya. Dan bila ia mencintaiku, ia tidak akan meminum darahku”

“Memang iya!” Ujar Yuri, “Ia memang tidak ingin meminum darahmu, hanya saja..” Yuri menghentikan ucapannya,

“Waeyo?”

Namun Yuri tidak menjawab, ia hanya menggeleng, “Jangan membuatnya marah” Ujar Yuri, “Kalau kau memang ingin selamat” Ia menambahkan.

“Kau ingin aku selamat?” Tanyaku, “Wae? Seohyun akan mati kalau ia tidak meminum darahku, apakah kau ingin Seohyun mati?”

Wajah Yuri mengeras, “Anio” Jawabnya.

“Lalu?”

“Turuti saja perintahku!” Ujar Yuri tegas.

“Aku tidak menerima perintah dari mu, atau siapapun dari kelompokmu” Jawabku tajam.

“Aku sudah tidak berada dalam kelompok yang kau maksud”

“Aku tidak semudah itu dibohongi” Sergahku, “Kau kakaknya Seohyun, tentu saja kau berada dalam kelompok para monster itu”

Wajah Yuri kembali mengeras, pandangan matanya tampak dalam, “Anio” Ucapnya pelan, “Karena aku kakaknya Seohyun lah aku keluar dari kelompok para monster itu” Lanjutnya.

Jeda selama beberapa saat. Dan belum sempat aku memikirkan sesuatu untuk menjawab ucapan Yuri, Yuri telah berbalik dan tampak hendak meninggalkan ruangan,

“Changkamanyo!” Cegahku.

Kudapati Yuri menghentikan langkahnya dan menoleh padaku,

“Wae?”

Aku pun melangkah mendekati meja kecil yang berada di samping tempat tidur dan meraih sebuah buku bersampul hijau lumut yang tidak terlu tebal, lalu menyerahkan buku tersebut pada Yuri,

“Teman bersayapmu meninggalkan ini” Ujarku, “Sebaiknya kau membawa buku ini keluar, aku tidak tahu cara membaca tulisannya, dan entah bagaimana, buku ini membuatku merasa tidak nyaman”

Yuri mengernyit, ia kembali melangkah mendekat dan menerima buku tersebut. Ia menimbang – nimbang buku itu selama beberapa saat, lalu mulai membuka lembar demi lembar halaman – halamannya. Dan tiba – tiba saja, ekspresi Yuri tampak berbeda. Namun aku tidak benar – benar yakin perubahan macam apa yang membuat ekspresi tajam dan dingin Yuri tampak berubah.

Setelah hampir tiga menit, Yuri menutup buku tersebut, lalu kembali menyerahkan buku itu padaku,

“Aku tidak bisa memegang buku ini, teman bersayapku akan datang nanti untuk mengambilnya” Ucapnya.

Dengan kegok, aku menerima buku itu, lalu dengan cepat meletakkannya lagi di atas meja kecil di samping tempat tidur. Kemudian Yuri berbalik menuju pintu, dan sebelum ia keluar, ia kembali menatapku, dan berkata,

“Tolong jangan katakan pada siapapun kalau aku datang. Dan jangan katakan juga kalau kau menunjukkan buku itu padaku. Arra?”

Sebelum aku sempat menyahuti ucapannya, Yuri telah melangkah keluar dan menutup pintu. Meninggalkanku dengan keheningan dan kegelapan ruang sempit ini.

-END KYUHYUN POV-

-YURI POV-

Aku meninggalkan ruang kerja eomma dengan hati – hati sembari mengulang deretan nama – nama tumbuhan dan segala macam bentuk obat dalam kepalaku. Aku tidak berpapasan dengan siapapun hingga akhirnya mencapai ruang tamu dan melihat eomma bersama MinYoung tampak berjalan terburu – buru ke arahku.

“Ada apa?” Tanyaku.

“Apa kau melihat buku dengan sampul berwarna hijau lumut?” Tanya Minyoung cepat.

Kurasakan jantungku mencelos, namun aku berhasil menjaga ekspresiku agar tetap tenang, “Buku bersampul hijau lumut?” Aku mengulang, “Anio” Gelengku.

Minyoung berdecak kesal, “Kau yakin?” Tanyanya lagi.

“Nde” Anggukku, “Waeyo? Buku apa itu?”

“Anio” Jawab Minyoung cepat lalu berlalu meninggalkanku diikuti oleh eoma dibelakangnya.

Aku mengamati mereka selama beberapa saat, lalu kembali melangkah menuju kamarku. Sesampainya di kamar, aku dengan cepat mengambil secarik kertas, lalu mulai menulis apa yang sedari tadi telah aku ulang terus menerus dalam pikiranku. Setelah selesai menulis, aku mulai menghitung daftar yang aku tulis, dan tersenyum ketika daftar itu selesai saat mencapai angka tujuh.

“Sudah lengkap” Gumamku.

Setelah itu, aku melipat kertas tadi dan memasukkannya dalam saku kecil pada dressku. Kemudian, aku kembali melangkah keluar kamar menuju lantai tiga, dimana dua manusia yang datang bersama Seohyun tadi berada.

-END YURI POV-

-SOOYOUNG POV-

“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Changmin yang telah sadar sejak lebih dari sejam lalu.

“Untuk saat ini, menunggu” Jawabku.

“Menunggu apa?” Tanya Changmin lagi.

“Biarkan waktu berjalan, dan lihat apa yang terjadi” Aku kembali menjawab.

Changmin mendesah, ia menarik selimutnya, lalu kembali berbaring,

“Aku tidak suka menunggu” Keluhnya.

Aku tidak menjawab ucapan Changmin. Melainkan diam sambil bersedekap. Mencoba mengira – ngira dimana saat ini kami sedang berada. Menurutku, tempat ini seperti rumah biasa. Rumah biasa yang benar – benar besar dan mewah.

Belum sempat aku memikirankan hal lain, pintu kamar terbuka. Aku mengalihkan pandanganku ke arah pintu, dan dari sudut mataku, aku dapat melihat Changmin yang menegakkan dirinya.

Tak lama kemudian, masuk seorang yeoja dengan rambut terurai dan berdress hitam pekat. Wajahnya dingin dan pandangan matanya tampak tajam. Ia melangkah masuk lalu menutup kembali pintu kamar, dan bergerak mendekati tempat tidur kami.

“Yuri..” Ucap Changmin pelan sehingga hampir tidak terdengar.

Aku melirik ke arah Changmin, bertanya – tanya apakah Changmin mengenal yeoja ini,

“Ternyata kau sudah mengenalku” Ujar yeoja berdress hitam tersebut, “Apakah kau juga sudah mengenalku?” Tanya yeoja itu sambil mengalihkan pandangannya padaku.

Aku menggeleng, “Anio” Jawabku.

“Kalau begitu kenalkan, aku Yuri” Ucapnya.

“Mau apa kau?” Tanyaku.

Yuri tersenyum tipis, “Menanyakan beberapa hal padamu” Ia menjawab.

“Kami sudah ditanyai oleh seorang Vrizz yang merupakan ibunya Seohyun” Tukasku.

“Aku menanyakan pertanyaan yang berbeda darinya”

“Pertanyaan apa?”

“Kalian bisa memperkenalkan nama kalian terlebih dahulu”

Aku berdecak kesal, “Aku Sooyoung” Ucapku singkat.

“Aku Changmin” Ujar Changmin.

Yuri berdehem, “Apa hubungan kalian dengan Seohyun dan Kyuhyun?”

“Itu pertanyaan yang sama” Sergahku.

“Tujuan yang berbeda” Sahut Yuri.

Aku mengernyit, “Apa maksudmu?”

“Aku bertanya, karna aku ingin tahu, agar aku dapat melakukan sesuatu. Tapi bukan sesuatu seperti yang ingin dilakukan eomma”

“Eomma??” Ulangku bingung

“Kau kakaknya Seohyun, bagaimana mungkin kau bisa memiliki tujuan yang berbeda dengan ibumu?” Ucap Changmin.

“Kau sahabat Kyuhyun itu ya?” Yuri balik bertanya.

“Ibumu berkata padaku bahwa tidak baik menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, tapi kau yang anaknya malah melakukannya” Ujarku.

“Jangan sangkut pautkan aku padanya” Tukas Yuri sengit, “Aku bukan anak kandungnya” Ia menambahkan.

Terjadi keheningan selama beberapa saat, hingga Yuri kembali mengajukan pertanyaan,

“Kalian berada di pihak Kyuhyun kan?”

“Ya” Jawab Changmin langsung.

“Mengapa kalian membawa Seohyun pada seorang vampire?”

“Kami berada di pihak Kyuhyun, kami mencoba menjauhkan Seohyun dari Kyuhyun” Jawabku.

“Mengapa?”

“Tentu saja karna Seohyun akan meminum darah Kyuhyun”

Yuri mengernyit, “Dari mana kalian tahu Seohyun akan meminum darah Kyuhyun”

Kurasakan tatapan Changmin yang terarah padaku, “Vernald ingin menjadi manusia kan? Dan untuk itu mereka harus meminum darah Silvernya. Karna itu, Seohyun pasti akan meminum darah Kyuhyun kan?”

“Pasti?” Ulang Yuri, “Tidak kah kau tahu Silver seorang Vernald, adalah kekasih Vernald tersebut?”

“Aku tahu” Jawabku.

“Apakah kau juga tahu meminum darah seorang yang kita cintai bukanlah hal yang mudah? Hanya 30% Vernald yang dapat melakukan itu, dan dari mana kau dapat memastikan Seohyun temasuk dalam 30% itu?” Tanya Yuri dengan nada tajam.

Aku terdiam selama beberapa saat, hingga akhirnya menjawab, “Seohyun menyerang kami berdua” Ucapku, “Dengan sangat ganas” Aku menambahkan.

“Karna ia sedang dalam pengaruh racun” Sahut Yuri membuatku mengernyit.

“Racun?”

Kali ini Yuri yang terdiam selama hampir semenit, lalu ia berkata, “Seohyun tidak berniat untuk meminum darah Kyuhyun, ia..” Perkataan Yuri terputus. Kudapati bola matanya yang tajam memandang padaku dan Changmin bergantian.

“Kalian belum memberitahuku apa hubungan kalian pada Kyuhyun maupun Seohyun” Ucapnya, “Dan mengapa kalian berada di pihaknya?”

“Aku sahabat Kyuhyun, dan itu alasan yang jelas kenapa aku ada di pihaknya” Jawab Changmin langsung.

“Lalu bagaimana denganmu?” Tanya Yuri yang kini perhatiannya terfokus padaku.

“Aku…”

Perkataanku terputus, dapat kurasakan pandangan Changmin yang kini juga terarah padaku. Aku ada di pihak Kyuhyun, tidak yakin kenapa, mungkin karna aku mengenalnya. Aku tidak berada di pihak Seohyun, karna jelas, ia kan makhluk aneh yang dapat membunuh manusia. Tidaka ada alasan spesifik kenapa aku menyelamatkan Kyuhyun.

“Aku dan Kyuhyun saling mengenal, bagaimana bisa aku hanya diam saat nyawanya terancam?!” Ucapku.

Yuri menghela napas, “Sudah berapa lama kalian mengenal?” Tanyanya.

“Pertanyaan macam apa itu?!” Tukasku, namun karna merasakan tatapan Changmin yang juga tampak ingin tahu, aku menjawab, “Kurang dari sebulan”

“Kurang dari sebulan” Ulang Yuri, “Waktu yang sangat singkat untuk hubungan pertemanan dimana kau sudah rela mengorbankan nyawamu untuknya”

“Nyawaku?” Aku mengulang, “Aku tidak pernah berencana mengorbankan nyawaku untuknya!” Tukasku.

“Jadi apa rencanamu?”

Aku menghela napas, “Dengar, aku hanya seorang gadis yang suka meneliti tentang makhluk makhluk lain. Itu adalah hobi yang sudah kutekuni selama lebih dari tiga tahun”

“Hobimu meneliti makhluk makhluk lain?” Tanya Changmin dengan kaget sekaligus kagum.

“Aku tahu hobiku aneh” Ucapku.

“Jadi, kau sedang meneliti Vernald?” Tanya Yuri.

Aku mengangguk, “Aku sedang mencari tahu tentang Vernald saat bertemu dengan Kyuhyun..”

“Dimana kalian bertemu?” Potong Yuri.

“Perpustakaan. Dan pertemuan kami adalah kecelakaan” Jawabku.

“Takdir” Komentar Changmin.

“Terserah” Tukasku.

“Lalu? Bagaimana kau tahu kalau Seohyun adalah Vernald?”

“Aku orang pintar” Jawabku, “Mencari tahu adalah hal yang selalu aku lakukan. Aku bertemu dengan Kyuhyun saat sedang mencari Vernald. Lalu Kyuhyun memperkenalkan Seohyun sebagai kekasihnya. Dan aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada Seohyun, jadi aku memeriksa kakinya, dan menemukan tanda bulan sabit di dekat mata kakinya, yang memberi kesimpulan bahwa Seohyun adalah Vernald”

“Tanda bulan sabit?” Gumam Changmin.

“Tanda untuk para Vernald” Aku memberitahu.

“Bagaimana kau bisa memeriksa kaki Seohyun?”

“Sudah aku bilang aku orang pintar” Jawabku pada Yuri, “Lagipula Seohyun juga tidak terlalu pintar, ia pakai sandal”

“Lalu bagaimana dengan vampire itu? Apa hubungannya dengan semua ini?” Yuri kembali bertanya.

“Vampire itu, Zhoumi, adalah salah satu vampire kenalanku. Ia mengetahui banyak hal, dan aku bisa mendapatkan informasi darinya dengan menukarkan darah. Saat aku tahu Seohyun adalah kekasih Kyuhyun, aku menyimpulkan bahwa Seohyun akan membunuh Kyuhyun. Well, aku jarang berpikiran positif pada makhluk penghisap darah, jadi aku bertekad untuk membunuh Seohyun dan menyelamatkan Kyuhyun” Jawabku panjang lebar.

Aku menghela napas dan melanjutkan, “Zhoumi berkata bahwa ia tidak tahu cara membunuh Vernald namun mengetahui racun yang dapat menguras kekuatan Vernald selama tiga hari. Aku menerima racun itu dan bertekad untuk menyuntikkannya pada Seohyun. Sebenarnya aku bertekad untuk melakukannya besok, tapi karna Seohyun menyerangku hari ini, maka aku juga menyerangnya hari ini”

“Aku dapat memiliki racun itu dari Zhoumi dengan syarat harus langsung membawa Seohyun ke rumah Zhoumi setelah berhasil memasukkan racunnya. Jadi itulah yang aku lakukan, membawa Seohyun ke rumah Zhoumi. Saat itu kami belum sepakat bagaimana membunuh Seohyun,   dan ketika Zhoumi memeriksa darah Seohyun, ia menjadi panik, menyuruh kami untuk membawa Seohyun dari rumahnya. Ia berkata bahwa ada dua racun dalam tubuh Seohyun dan akan membuatnya tidak dapat terkontrol. Zhoumi hendak kabur tepat saat Seohyun membunuhnya dan berlanjut menyerang kami.Dan pada akhirnya kami tidak terbunuh oleh Seohyun namun terperangkap di sini dan diinterogasi” Aku mengakhiri cerita.

“Hanya itu?”

Aku menyipitkan mataku jengkel, “Itu bukan hanya”

“Kau juga menceritakan hal itu pada ibuku?”

“Nde”

Yuri mengangguk – anggukkan kepalanya, “Aku ingin minta bantuan kalian. Dan aku yakin kalian tidak akan mau membantuku kalau aku tidak bercerita, jadi dengarkan ceritaku baik – baik”

-END SOOYOUNG POV-

-YURI POV-

Aku tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Aku butuh bantuan. Dan saat ini, calon yang menurutku paling bisa membantuku adalah dua manusia di hadapanku ini.

“Seohyun dan Kyuhyun kini tengah berada dalam pengaruh racun”

“Kyuhyun juga?” Sahut Changmin tampak terkejut.

“Nde” Anggukku.

“Racun apa?” Sambar Sooyoung.

“Racun yang dapat membuatnya menuruti apapun yang dibisikkan oleh eomma dan pixie yang membuat racun itu”

“Aku tidak mengerti” Ujar Changmin.

“Kau tidak begitu pintar ya” Komentarku sambil melirik namja bertubuh jangkung itu, “Jadi, apabila eomma membisikkan sesuatu pada Kyuhyun, maka Kyuhyun akan berpikir bahwa apa yang didengarnya adalah benar dan itulah yang ada dalam pikirannya”

“Contoh macam apa yang dibisikka eomma mu itu?” Sooyoung bertanya.

“Contohnya, membisikkan kalau Kyuhyun tidak mencintai Seohyun, bahwa Kyuhyun membenci Seohyun dan hal lainnya yang membuat Kyuhyun berpikir bahwa Seohyun adalah monster”

“Eomma mu benar – benar membisikkan hal semacam itu?” Tanya Changmin heran.

“Nde, memang itulah hal utama yang ingin dibisikkan oleh eomma”

“Tapi itu aneh!” Tukas Changmin, “Bukankah bila Kyuhyun berpikir begitu, maka ia tidak akan menyerahkan darahnya pada Seohyun. Bukankah itu malah mempersulit?”

“Changmin benar” Sooyoung menimpali.

“Mempersulit memang iya, tapi memang begitu jalannya” Jawabku, “Racun yang diberikan pada Seohyun adalah racun yang membuatnya tidak dapat mengendalikan emosinya, yang membuat keinginannya untuk membunuh semakin besar, tapi racun tersebut akan mudah hilang bila ia mengingat orang yang dicintainya. Jadi, bila Seohyun melihat Kyuhyun , racunnya akan meredup, namun bila Kyuhyun menunjukkan reaksi yang membuat Seohyun marah dan merasa tersakiti, Seohyun akan dengan mudah membunuh Kyuhyun tanpa pikir panjang”

“Apa kalian mengerti?” Tanyaku.

Sooyoung dan Changmin mengangguk bersamaan, aku kembali berkata, “Seperti yang aku katakan sebelumnya, Seohyun tidak bernit meminum darah Kyuhyun, ia akan mengorbankan nyawanya, namun eomma ingin Seohyun tetap hidup, sehingga ia meracuni Seohyun dan Kyuhyun seperti itu. Walau pada akhirnya Seohyun akan menjadi manusia, hidupnya pasti akan sangat menyakitkan, karna itu aku akan membantunya untuk menjaga Kyuhyun tetap hidup seperti yang ia inginkan”

“Apa yang akan kau lakukan?” Taya Sooyoung.

“Aku mendapatkan obat yang dapat menghilangkan racun pada Kyuhyun” Ucapku.

Changmin membelalak bersemangat, “Jeongmalyo?”

“Nde, aku mendapatkan resepnya, dan mengerti bagaimana meraciknya. Tapi yang jadi permasalahan, aku tidak tahu bagaimana mendapatkan bahan bahannya”

“Aku bisa!” Seru Sooyoung bersemangat, “Apa saja bahan – bahannya?”

“Kau bisa?” Tanya Changmin heran.

“Bagaimana kau mendapatkannya?” Tanyaku.

“Ibuku adalah seorang peramal ia juga meracik obat – obat, aku dapat mengambilnya” Jawab Sooyoung.

“Peramal?” Sahut  Changmin yang terdengar kaget sekaligus kagum.

Sooyoung mencibir, “Kalau ibuku adalah orang biasa yang pergi ke kantor atau hanya berdiam diri di rumah, aku tidak mungkin bisa berkelana meneliti tentang makhluk makhluk aneh”

“Bagaimana dengan ayahmu?” Tanya Changmin.

“Sudah meninggal” Jawab Sooyoung singkat.

“Jadi..” Aku mencela pembicaraan mereka, “Apa kau yakin dapat mengambil bahan – bahannya dari ibumu?”

Sooyoung mengangguk, “Ibuku sedang keluar kota, aku dapat mengambil bahan – bahannya sendiri”

“Tapi..” Gumam Sooyoung.

“Apa?” Sahutku.

“Aku tidak tahu ini dimana dan cara keluar dari sini” Ujarnya.

Aku mengernyit, “Kalian tidak tahu dimana ini?” Tanyaku yang disambut gelengan dari Changmin dan Sooyoung.

Aku menghela napas, “Ini di rumah kami. Di depan rumah Kyuhyun”

“MWO????!!!!!” Seru Changmin kaget.

“Jaga suaramu!” Tegurku.

“Kalau begitu aku dapat segera menuju rumahku setelah keluar dari sini” Ucap Sooyoung, “Kau akan membantuku keluar dari sini kan?”

“Tentu saja” Sahutku, “Kalian tunggu disini, aku akan memeriksa keadaan” Lanjutku lalu melangkah keluar kamar.

-END YURI POV-

-CHANGMIN POV-

“Jadi kau akan meninggalkanku sendiri disini?” Tanyaku dengan sedikit ngeri.

“Tidak ada pilihan” Jawab Sooyoung, “Kalau kita pergi berdua, akan terlalu sulit bersembunyi dan akan mencurigakan”

Aku menghela napas, “Kau benar – benar percaya pada Yuri?”

“Tidak ada pilihan” Sooyoung kembali menjawab.

“Kenapa semuanya tidak ada pilihan?!” Sergahku jengkel, “Kita benar – benar akan menuruti perkataannya?”

“Sepertinya ia berkata jujur dan benar – benar ingin menyelamatkan Kyuhyun dan Seohyun”

“Ia tidak bisa menyelamatkan Kyuhyun dan Seohyun” Bantahku.

“Setidaknya melepaskan mereka dari Vrizz jahat itu!”

Aku kembali menghela napas, “Lalu bagaimana dengan kita?”

“Apabila aku benar – benar dapat keluar dari sini untuk mengambil bahan – bahan, aku akan meminta pertolongan juga”

“Pertolongan?” Aku mengernyit, “Dari siapa?”

“Kita akan lihat nanti”

-END CHANGMIN POV-

-YURI POV-

Aku sedang berjalan melintasi ruang tamu untuk memeriksa keadaan saat tiba – tiba Yesung menabrakku,

“Ya!” Seruku kesal.

“Jwiseonghamnida” Ucap Yesung terburu – buru lalu kembali melangkah cepat.

Aku mengernyit, “Changkamanyo” Ujarku lalu menyusul Yesung dan memaksanya untuk berhenti.

“Ada apa?” Tanyanya.

“Kenapa kau terburu – buru?”

“Seohyun mengamuk, ikatan yang menahannya kehabisan energy, semua Vrizz diperintah oleh ibumu untuk berkumpul dan membuat pertahanan” Jawabnya cepat.

“Bisa aku pergi sekarang?” Tanya Yesung lagi.

Aku mengangguk, dan Yesung pun melanjutkan langkahnya sementara aku tersenyum tipis. Dengan langkah cepat dan bersemangat, aku segera menyiapkan beberapa hal dan menuju kamar dimana Sooyoung dan Changmin berapa.

“Bagaimana?” Tanya Sooyoung saat aku melangkah masuk.

“Sooyoung-a ayo cepat ikut aku!” Perintahku.

“Kemana?”

“Keluar dari sini, ayo cepat!” Sahutku sambil menarik Sooyoung turun dari tempat tidur.

“Bagaimana denganku?” Tanya Changmin sedikit panik.

“Tunggu disini bila ada yang datang bilang Sooyoung bersamaku”

“Hati hati!” Tutur Sooyoung sebelum mengikutiku keluar kamar.

“Tenang saja, aku akan kembali secepatnya” Ucapku lalu menutup pintu kamar dan meninggalkan Changmin sendiri.

-END YURI POV-

-SOOYOUNG POV-

Aku dan Yuri berjalan mengendap ngendap menuju pintu depan. Suasana di sekeliling kami yang awalnya sepi tiba – tiba saja pecah saat aku mendengar raungan kencang yang memekakkan telinga.

Aku tersentak kaget dan berhenti melangkah, “Apa itu?”

“Seohyun” Jawab Yuri tenang, “Ia mengamuk lagi, tapi seluruh Vrizz sedang menanganinya, tenang saja” Ia melanjutkan.

“Karna itukah tidak ada yang berjaga saat ini?”

Yuri mengangguk, “Sebaiknya kau tidak banyak bicara, kita hanya punya kesempatan sekali”

Maka aku dan Yuri pun kembali melanjutkan langkah kami. Rumah ini besar, sangat besar dan mewah, dihiasi dengan berbagai furniture antik yang mengkilap. Dalam hati aku bertanya tanya bagaimana makhluk – makhluk yang tinggal di rumah ini dapat mendapatkan semua ini.

Sebentar saja, kami sudah berada di pintu depan, Yuri mendorong pintunya yang tidak terkunci dan segera menarikku keluar. Aku menengadah, menatap langit yang tampak hitam pekat.

‘Jam berapa ini?’

Pertanyaan itu terngiang di telingaku, namun pertanyaan itu tidak penting saat ini. Akupun mengikuti langkah cepat Yuri menuju pagar tinggi yang mengitari rumah besar tempat persembunyian para Vrizz dan Vernald itu. Yuri membuka gemboknya dengan kunci yang entah kapan ia keluarkan lalu membuka pagarnya. Aku tercengangang saat menyadari bahwa Yuri serius saat berkata bahwa kami berada di depan rumah Kyuhyun, karna dari posisiku saat ini, aku dapat melihat rumah Kyuhyun.

“Setelah kau sudah mendapatkan bahan – bahannya, tunggu di depan gerbang perumahan, dan hubungi aku” Ujar Yuri sambil menyodorkan telepon genggam padaku.

Aku menerima telepon genggam itu, dan Yuri kembali berkata, “Cukup tekan nomor satu untuk menghubungiku”

Aku mengangguk mengerti, “Jadi aku pergi sekarang?”

“Ya, cepat” Sahut Yuri, “Dan hati – hati” Ia menambahkan.

Aku menyeringai, “Tenang saja” Ucapku lalu berbalik kemudian berlari menjauhi Yuri.

Aku berlari secepat mungkin tanpa menoleh. Menerobos pekatnya malam dengan jantung yang berdegup kencang. Saat – saat seperti ini adalah saat – saat yag menengangkan. Namun..,juga cukup menyenangkan bagiku. Aku tersenyum tipis, para Vrizz sialan, kita lihat apa yang akan terjadi nanti!

-TBC-

Gomawo udah baca, diharapkan sekali commentnya^^

Semoga para reader masih setia menunggu kelanjutan My Silver ya^^

Annyeong~

 

Advertisements

One thought on “My Silver Chap.14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s